• Jelajahi

    Copyright © Harianbekasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PT GRP Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Inovasi Produksi Berkelanjutan

    harianbekasiplus
    Selasa, 18 Maret 2025, Maret 18, 2025 WIB Last Updated 2025-03-18T15:14:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Perbaikan Jalan Desa Sukadanau yang dilaksanakan PT GRP

    HaBe Plus, Bekasi - PT Gunung Raja Paksi (GRP) Tbk, salah satu produsen baja terintegrasi terbesar di Indonesia, menggelar buka puasa bersama dengan media di Bekasi, Selasa (18/03/2025).


    Lebih dari momen kebersamaan, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pandangan strategis perusahaan mengenai tantangan dan masa depan industri baja nasional. Selain itu, juga menegaskan komitmen GRP terhadap praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.


    Dalam diskusi, GRP menyoroti tantangan serius yang dihadapi industri baja nasional. Terutama, terkait meningkatnya volume impor baja. 


    Berdasarkan data Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), konsumsi baja nasional terus tumbuh dari 15 juta ton pada 2020 menjadi 17,4 juta ton pada 2023, dan diperkirakan mencapai 18,3 juta ton pada 2024. 


    Namun, hampir separuh dari kebutuhan tersebut masih dipenuhi produk impor, khususnya dari Tiongkok, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).


    “Persaingan industri bukan hanya soal harga, tetapi juga soal tanggung jawab. Kami meyakini bahwa keberlanjutan dan kualitas harus menjadi prioritas utama dalam membangun infrastruktur nasional. Produk baja yang digunakan harus aman, tahan lama, dan diproduksi secara bertanggung jawab,” ujar Presiden Direktur GRP, Fedaus.


    Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan, imbuh Fedaus, GRP telah mengadopsi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) dalam proses produksinya. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan scrap baja atau baja bekas hingga lebih dari 70 persen sebagai bahan baku utama, yang kemudian diolah menjadi produk baja baru berkualitas tinggi. Pendekatan ini juga mendukung prinsip ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan terhadap bahan mentah baru, dan memperpanjang siklus hidup baja.


    “Dengan memanfaatkan baja bekas sebagai bahan baku utama, kami mengubah limbah menjadi nilai. Ini adalah bentuk tanggung jawab GRP dalam menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus menciptakan efisiensi dalam rantai pasokan,” lanjut Fedaus.


    Komitmen GRP terhadap lingkungan tidak hanya tercermin dari proses produksinya, tetapi juga melalui berbagai inisiatif non-produksi. Menurut Fedaus, GRP secara aktif melakukan penghijauan di sekitar area operasional sebagai bagian dari upaya memitigasi dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Hingga akhir 2023, GRP menanam lebih dari 9000 pohon dengan 78 varietas di area operasional dan sekitarnya.


    Selain itu, tuturnya, GRP juga menerapkan pengelolaan limbah yang ketat serta efisiensi dalam penggunaan air. Sistem sirkulasi tertutup memungkinkan air hasil proses produksi dialirkan kembali ke cooling tower dan digunakan ulang untuk operasional, sehingga mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan.


    Di sisi sosial, jelas Fedaus, GRP terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial/Corporate Social Responsibility yang berdampak langsung pada masyarakat. Beberapa inisiatif unggulan meliputi dukungan terhadap program pengentasan stunting, penanaman mangrove, serta aksi penanaman pohon trembesi dan angsana di daerah sempadan Kali Cikarang. 


    GRP juga berperan aktif dalam perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan di wilayah operasional perusahaan. Salah satunya, di Desa Sukadanau, Cikarang Barat.


    “Bagi kami, keberlanjutan adalah soal keseimbangan antara bisnis, lingkungan, dan masyarakat. GRP ingin tumbuh bersama komunitas sekitar dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Fedaus.


    Dengan kombinasi antara inovasi teknologi, kepedulian lingkungan, dan komitmen sosial, GRP terus membuktikan diri sebagai perusahaan baja nasional yang memiliki visi jangka panjang. 


    ”GRP percaya bahwa masa depan industri baja Indonesia terletak pada pelaku industri yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga bertanggung jawab dan berpikir jauh ke depan,” tutup Fedaus. 


    PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) adalah anggota dari Gunung Steel Group, salah satu perusahaan baja swasta terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1970 di Medan, Sumatera Utara, perusahaan kami memulai bisnis dengan memproduksi baja panas, secara bertahap memproduksi balok dan lembaran baja. Pada tahun 1991, PT Gunung Naga Mas berubah menjadi PT Gunung Raja Paksi (GRP). GRP berlokasi di Cikarang Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, dengan luas area lebih dari 200 hektar.


    Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri baja, GRP memiliki kapasitas produksi 1.200.000 ton baja rendah karbon dan berkualitas tinggi setiap tahun-nya yang disertifikasi oleh organisasi sertifikasi lokal maupun internasional. 


    Aktivitas GRP sejalan dengan standar internasional seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), Global Reporting Initiative (GRI), dan Prinsip-prinsip Responsible Steel.


    GRP didukung oleh tenaga kerja yang berdedikasi dan nilai-nilai perusahaan yang kuat. Perusahaan ini meluncurkan Buku Panduan Strategi ESG pada Oktober 2022 untuk memandu strategi bisnis perusahaan, dan diikuti dengan Net Zero Roadmap pada Februari 2023.


    Alfiyan 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini